Cara yang tepat menyampaikan aspirasi rakyat

Sejak diputuskannya beberapa undang-undang yang tidak pro rakyat, seperti undang-undang MA, Undang-undang pilpres, yang paling anyar dan menyulut demonstrasi mahasiswa, yaitu undang-undang BHP. Disalah satu demo yang dilakukan mahasiswa tersebut ada tindakan demonstratif dengan melempar dengan telur busuk, tanda gambar partai politik yang memiliki perwakilan di DPR periode 2004 – 2009. Cara seperti ini mungkin saja efektif untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi sebenarnya ada cara lain yang lebih tepat. Bagaimana caranya ?

Pemilu 2009, tidak lama lagi akan dilaksanakan. Sangatlah mengherankan kalau partai-partai yang memiliki perwakilan di DPR periode 2004 – 2009 melakukan tindakan-tindakan yang sangat berani, dengan mengeluarkan undang undang yang bertentangan dengan kepentingan rakyat banyak. Tentu saja undang-undang yang diputuskan oleh DPR tersebut akan mendapatkan protes dan banyak ditentang oleh para aktivis dan para mahasiswa.

Para Wakil rakyat yang masa tugasnya berakhir ada 2009 itu, tentu sudah bahwa ada cara yang dapat dilakukan masyarakat yang merasa dirugikan dapat melakukan usaha uji undang-undang ke Makamah Konstitusi. Tetapi hal itu tentu sudah diperhitungkan oleh para legislator tersebut. Seperti undang-undang MA yang meloloskan aturan yang menyatakan bahwa pensiun Hakim Agung dirubah menjadi 70 tahun. Para legislator tersebut pasti tahu kalau proses di Makamah konstitusi membutuhkan waktu. Dan dengan mengacu kepada aturan hukum yang menyatakan bahwa sebuah undang-undang atau perubahan yang dilakukan oleh Makamah Konstitusi tidak dapat bersifat Rektroatif yaitu tidak berlaku surut, diharapkan para individu yang diuntungkan dengan ketentuan umur pensiun menjadi 70 tahun dapat memperoleh posisi dimana pada saat hasil uji undang-undang yang baru sah pada saat dibacakan, telah mendapat ketetapan hukum yang tetap akan pensiun pada umur 70 tahun.

Hal ini semuanya tidak terlepas dari kondisi yang menyuburkan sikap kolusi antara para legislator dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan agar undang-undang yang dibuat oleh para anggota DPR tersebut dapat menguntungkan pihak-pihak tertentu.

sebenarnya mahasiswa ataupun rakyat yang merasa dirugikan dapat memberikan punisment terhadap para anggota DPR ataupun Partai yang mengusungnya menjadi anggota DPR, yaitu dengan mengkampanyekan kepada masyarakat luas untuk tidak memilih partai-partai yang tidak pro rakyat tersebut. Dengan melakukan hal ini, maka diharapkan pada pemilu 2009 nanti, partai-partai yang saat ini memiliki wakil di DPR, tidak mendapatkan suara atau minimal suara yang diperolehnya berkurang drastis. Dengan melakukan ini, masyarakat dapat memberikan pelajaran kepada para elit politik ditanah air, bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah memiliki kecerdasan dalam memilih. Dan tentu saja anggota DPR hasil pemilu 2009 akan bekerja lebih baik dan memperhatikan aspirasi masyarakat dalam pembuatan undang-undang.

Lantas partai mana yang dapat dipilih dan dikampanyekan untuk dipilih ?

Hal ini tidaklah susah, karena jumlah partai pada pemilu 2009 ini lebih banyak, rakyat diberikan pilihan yang lebih beragam dalam menyampaikan pilihannya. Tentu saja dalam memilih, rakyat harus teliti. Pertama yang perlu dilakukan adalah membuang partai-partai yang tidak pro rakyat dari daftar partai yang akan dipilih, yaitu partai yang memiliki perwakilan di DPR hasil pemilu 2004. Terutama partai-partai yang memaksakan kehendak untuk meloloskan undang-undang yang tidak pro rakyat. Kemudian langkah kedua adalah memilah diantara sisa partai yang ada kedalam kelompok partai yang dikenal sebagai penyelmaan kekuatan orde baru. Karena partai-partai yang merupakan penjelmaan orde baru akan cenderung melakukan tindak tanduk yang sama, yaitu membodohi rakyat dengan argumen-argumen yang tidak dapat diterima dengan akal sehat dan tidak menjujung asas keadilan serta tidak berjiwa reformasi. Setelah itu terdapat sisa partai yang dapat dipilih. Anda dapat memilih partai mana saja yang tersisa, tentu saja memperhitungkan kecocokan ideologis, visi dan misi partai serta tokoh-tokoh yang berada dibelakang partai tersebut.

Selamat memilih, jadilah pemilih cerdas, semoga pilihan yang anda lakukan dapat memberikan warna perubahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salam Reformasi,

2 Responses

  1. M.SAID. CALEG PMB DPR RI Says:

    18 November 2008 at 12:04 am.

    # MUHAMMAD SAID. S.Ag
    # CALEG DPR RI PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) DAPIL GRESIK – LAMONGAN
    # Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

  2. mari berikan pendidikan politik kepada rakyat… agar menjadi pemilih yang cerdas..

    terima kasih atas masukannya Mas Said

Leave a Reply