Surya Paloh (Presiden) dan Priyo Budi Santoso (Wakil Presiden)

Partai golongan karya sudah mendeklarasikan calon presiden yang akan diusung oleh partai beringin itu yaitu : Jusuf Kalla, Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Sri Sultan Hamengkuwono X, Agung Laksono, Syamsul Muarif dan Priyo Budi Santoso. Siapa yang paling pantas diantara 7 tokoh utama Partai penguasa itu. Mari kita bahas satu persatu :

1. Yusuf Kalla à telah diberikan kesempatan untuk menjadi Wakil presiden periode 2004 sampai 2009, terlihat sangat dominan dalam kepemerintahan SBY-JK, terutama dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis, mulai dari pengangkatan menteri, sampai keputusan pemerintahan dalam konversi energi dan menaikan harga BBM. JK tidak layak untuk dipilih kembali, karena tokoh ini memperlihatkan feodalisme dari pelaksanaan partainya, melindungi kadernya yang dituduh korupsi dan menyingkirkan kader partainya yang bersuara vokal. Sikapnya yang merendahkan orang lain dalam penganalisaan dan melindungi kepentingan keputusan yang diambil, mengurangi nilai yang perolehnya. Walaupun hasil pelaksanaan pemerintahan SBY-JK digembar-gemborkan sudah berhasil, tetapi dari segi penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, belumlah maksimal, jadi tokoh ini dengan segala hormat harus diturunkan dari daftar capres dan cawapres yang akan diusung partai beringin ini.

2. Surya Paloh à Cara berbicara yang berapi-api, dan selalu bersikap memberikan motivasi positif bagi kader-kadernya. Sering berbicara tanpa teks dan terlihat dekat dengan kalangan bawah partainya. Pokok-pokok pikiran yang disampaikan sering terlihat mengandung idealisme yang baik untuk kemajuan bangsa negara ini. Oleh karena itu, tokoh ini pantas diberi kesempatan untuk membuktikan ide-ide pikirannya bagi kemajuan bangsa. Yang jadi masalah adalah, apakah beliau mau untuk maju kedepan untuk menyumbangkan baktinya bagi negara ini.

3. Aburizal Bakrie à Tokoh yang merupakan orang paling kaya dinegeri ini, bukanlah tokoh yang bisa dimajukan menjadi presiden maupun calon wakil presiden. Karena berlarut-larutnya kasus Lapindo, dan prestasinya sebagai menteri tidaklah termasuk suatu prestasi yang bagus. Eksistensinya sebagai seorang tokoh politik, tidaklah ditunjang oleh pokok-pokok pikiran yang baik ataupun strategi yang baik. Tugasnya dalam tim sukses SBY-JK yang hanya sebagai penyandang dana menyebabkan tokoh ini tidak pantas dimasukan dalam daftar pilihan rakyat. Memasukan namanya sebagai calon presiden dan wakil presiden, hanyalah sebagai perhargaan yang diberikan sebagai imbalan dari sumbangan dana yang sudah dan akan diberikannya.

4. Sri Sultan Hamengkuwono X à Walaupun masuk kedalam tokoh reformasi tahun 1998, tetapi Sri Sultan yang merupakan lambang dari Budaya Feodalisme Jawa, menyebabkan tokoh ini tidak begitu cocok untuk diangkat sebagai calon wakil presiden, ataupun presiden. Karena sebagai seorang jawa tulen yang didik dengan budaya premodialisme dari masa kecil, menyebabkan tokoh ini tidak begitu cocok untuk menjadi pemimpin pada masa yang membutuhkan pemimpin yang agresif dan revolusioner. Budaya “Mikul duwur, medem Jero”, merupakan salah satu hambatan dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi yang sudah terjadi dan dilakukan oleh pejabat-pejabat dimasa lalu. Jadi nama ini dicoret saja dari daftar.

5. Agung Laksono à Ketua DPR periode 2004 s/d 2009 ini, masih lebih mementingkan kepentingan Partainya dibandingkan kepentingan negara. Hal ini terlihat bahwa hasil kerja lembaga yang dipimpinnya, yang berupa undang-undang banyak yang di anulir oleh Makamah Konstitusi. Korupsi masih banyak terjadi dimasa kepemimpinannya. Dan ketokohannya belum cukup untuk meraup suara rakyat.

6. Syamsul Muarif à nama ini hanya sebagai media untuk memperlihatkan bahwa golongan karya memiliki tokoh yang banyak, dan hanya sebagai pelengkap saja.

7. Priyo Budi Santoso à sebagai pemimpin salah satu organisasi sayap Golongan karya, dan jabatan sebagai ketua fraksi di DPR, sempat kita terpukau oleh gebrakan awalnya yang katanya akan menjadikan kelompok fraksi golongan karya sebagai fraksi oposisi terhadap kebijaksanaan pemerintah yang merugikan rakyat. Ternyata itu hanyalah manuver politik untuk meningkatkan popularitasnya. Atau mungkin juga langkahnya itu dipatahkan oleh sang ketua Umum. Terlihat sekali, bahwa tokoh ini merupakan salah satu “decision maker” dan merupakan “player” dari keputusan-keputusan yang strategis ambil oleh golongan karya. Kelincahannya dalam bermanuver, seperti gagasan berkerja sama dengan PDI-P dalam pemilu 2009, menyebabkan tokoh ini pantas untuk dilirik.

Kesimpulan : dari hal diatas dapat diambil kesimpulan dari 7 tokoh yang diusung golongan karya, hanya 2 tokoh yang pantas dipanggungkan, yaitu Surya Paloh dan Priyo Budi Santoso.

Jadi kalau Golongan Karya bisa meraih suara lebih dari 20 %, sebaiknya Golongan karya mengusung kedua tokoh ini menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Surya Paloh for Presiden dan Priyo Budi Santoso sebagai Wakil Presiden.

Pasangan SP dan PBS, kalau ikut cara-cara singkatan nama yang dilakukan saat ini.

HIDUP SP dan PBS,

Pilihlah SP dan PBS for presiden dan Wakil Presiden.

3 Responses

  1. Walah itu akal-akalan saja
    Daripada Surya Paloh,masih mending JK donk, khan prestasinya sudah terlihat, semisal mendamaikan pertikaian di Aceh, dll

  2. Ndak apa kan kalo kita mencari-cari tokoh yang paling cocok untuk menjadi pemimpin.

    kalo memang dan cocok… ya kita cari lagi dong.

Leave a Reply