gedung rakyat yang jauh dari rakyat

Setelah penurunan Soeharto dari  tampuk pemerintahan, banyak perubahan-perubahan yang dilakukan. Baik dari segi peraturan perundang-undangan maupun dalam pelaksanaan kepemerintahan. Kalau diera orde baru,  kepentingan organisasi dilakukan secara mudah dengan unjuk kekuasaan, tetapi saat ini, lebih dilakukan secara konstitusional. Semua dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan diharapkan bisa  memenuhi asas keadilan.

Tetapi ada beberapa hal yang masih nampak secara kasat mata, yang tidak mencerminkan hal tersebut. Hal ini dapat dilihat pada rambu yang terpampang di depan gedung perwakilan rakyat, gedung DPR/MPR yang ada di jalan gatot subroto. Kalau dilihat lebih jelas, nampak terpampang rambu yang bertulisankan “ TAMU / TAXI HARAP MELALUI GERBANG BELAKANG” . Selain itu, pagar yang tinggi dan gerbang yang kokoh memperlihatkan ketakutan terjadinya penguasaan gedung DPR oleh Demonstran akan terulang kembali. Seperti tahun 1998.

Tetapi kekhawatiran tersebut sebenarnya sangat berlebihan, sehingga menyebabkan berubahnya image dan mungkin saja bisa berubah budaya bangsa ini.

Gedung DPR merupakan salah satu cerminan dari budaya bangsa, karena merupakan lembaga perwakilan dari seluruh rakyat Indonesia. kalau di gedung tersebut tidak memberikan perhargaan terhadap tamu yang berkunjung, dengan mempersilahkan tamu melewati pintu belakang, apa yang akan terjadi.

Coba anda bayangkan sebagai seorang tuan rumah, dan anda mempersilahkan kepada tamu anda, kalau mau berkunjung silahkan melalui pintu belakang. ada 2 kemungkinan yang akan dirasakan oleh tamu tersebut :

Pertama  Tamu akan merasa tersinggung, karena merasa tidak dihormati

kedua, tamu akan sangat merasa tersanjung, karena dianggap memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sang tuan rumah sehingga diperlakukan sebagai anggota keluarga sendiri sehingga bisa masuk melalui pintu belakang.

Mungkin inilah yang menjadi alasan dipasangnya rambu tersebut. karena DPR merasa dan mengganggap rakyat memiliki hubungan yang sangat dekat dengan anggota DPR, sehingga rakyat dipersilahkan masuk melalui pintu belakang

Yang menjadi masalah adalah, dala pemamtau dari peristiwa dan demo rakyat Indonesia, baik dari kalangan Mahasiswa, Guru, Buruh atau Demonstrasi yang pernah ada, tidak pernah meng-idahkan rambu tersebut. Tidak satupun dari para Demontran tersebut mau masuk kedalam gedung melalui pintu belakang. Hal ini mungkin disebabkan karena efek popularitas dari gerakan moral demonstran tersebut. kalau demonstrasi yang dilakukan pada pintu belakang, efek yang akan ditimbul lebih kecil. efek kemacetan, dan efek politisnya.

Hal ini mengambarkan adanya hubungan komunikasi yang kurang baik antara anggota DPR dan Rakyat yang diwakilinya. atau mungkin saja tidak semua rakyat Indonesia memiliki perwakilan di lembaga ini.

Kalau saja para demonstran tersebut merasa memiliki perwakilan di lembaga DPR ini, mereka dapat langsung menghubungi para perwakilannya untuk menyampaikan aspirasi yang dimilikinya.

Atau Anggota DPR yang merasa mewakili rakyat yang termasuk kedalam para demonstran tersebut dapat menemui atau mempersilahkan mereka masuk untuk menerima aspirasi yang akan disampaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tetapi kalau kita perhatikan dipada gambar dibawah ini,  Poster-poster dari Partai-partai yang memiliki perwakilan di DPR, ternyata merekapun terpaksa memasang poster atau spanduk yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah atau bahkan keputusan DPR secara keseluruhan.

Mungkin saja itu merupakan usaha untuk mengkampanyekan Partai agar mendapat simpatik dari masyarakat. tetapi hal ini dapat juga ditenggarai sebagai demonstrasi terselubung oleh partai-partai tersebut atas kebijaksanaan DPR sendiri.

Kalau yang didalam pagar saja tidak mampu menyampaikan aspirasi yang mereka miliki, Bagaimana mungkin aspirasi dari rakyat yang diwakilinya dapat disampaikan atau di aktualisasikan.

Lembaga DPR kembali menjadi lembaga assesoris bagi proses demokrasi bagi bangsa Indonesia. Bagaimana yang akan terjadi setelah pemilu 2009.

apakah tetap seperti ini ?

Atau bisa lebih  baik ?

Atau Bahkan lebih parah lagi ?

Jawabannya adalah tergantung kepada seluruh rakyat Indonesia. Jangan biarkan kerusakan ini terus berlanjut. Kita semua harus berpartisipasi dalam pemilu ini. jangan sampai ada anggota keluarga kita yang memilih menjadi Golput, atau tidak menggunakan Hak Pilihnya.

Tentukanlah pilihan anda, Pilihlah yang terbaik diantara semua yang anda anggap buruk. sebagai panduan adalah sebagai berikut :

- Jangan Golput

- Jangan Pilih Partai Penguasa

- Jangan Pilih Partai yang dulu pernah berkuasa puluhan tahun

- Jangan pilih Partai yang merupakan jelmaan dari penguasa Orde Baru tersebut.

- Ikutilah Instuisi anda, anda pasti tahu mana Partai yang terbaik diantara yang anda anggap Buruk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply